Burung twitter

pencarian

Rabu, 22 Februari 2012

IDM 6.08


Internet Download Manager News atau yang biasa di sapa dengan IDM, sekarang sudah tersedia versi terbaru, yakni IDM 6.08 Build 9 Full Patch. Buat yang ingin melakuakn update, silahkan aja langsung di cek,,

Cara aktivasi IDM 6.08 :
  1. Bila anda sudah terinstall IDM versi sebelumnya, close dahulu. Selanjutnya install IDM yang versi terbaru.
  2. Selesai install, nanti akan ada pesan kurang lebih yang berisi "fake serial number". Tenang aja, itu wajar,, hehe. Di close aja.
  3. Copy dan paste file patch ke folder tempat anda menginstall IDM. Misal : C:\Program Files (x86)\Internet Download Manager (untuk pengguna windows 64bit).
  4. Klik kanan file patch, run as administrator.
  5. Klik patch, masukan nama anda.
  6. Selesai!! Kini IDM 6.08 anda sudah full version kembali. 
  7. Jangan lupa delete file patch nya kalau sudah selesai melakukan patching. (File patch di anggap Virus ..!!)
 bagi yang belum punya silakan download di sini :

Minggu, 05 Februari 2012

Ups! High Heels Rusak Cara Jalan Wanita

Ups! High Heels Rusak Cara Jalan Wanita

Ghiboo.com - Kebiasaan memakai sepatu high heels memang acapkali dianggap tidak menyehatkan. Meskipun demikian, para wanita tetap nekat memakainya demi meningkatkan rasa percaya diri.
Namun, sebaiknya kini Anda perlu berpikir seribu kali jika ingin memakai high heels. Penelitian terbaru menunjukkan memakai sepatu berhak tinggi bisa mempengaruhi cara jalan penggunanya, bahkan saat mereka tidak mengenakannya.
Temuan ini didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan peneliti dari Griffith University di Queensland, Australia. Peneliti merekrut beberapa wanita muda dan membaginya menjadi dua kelompok.
Yang pertama adalah para wanita yang terbiasa memakai sepatu high heels dengan hak 5 cm atau lebih selama 40 jam dalam seminggu dalam dua tahun. Sementara kelompok kedua adalah para wanita yang selalu memakai flat shoes. Peneliti kemudian meminta semua partisipan untuk berjalan tanpa high heels guna menilai apakah telah terjadi perubahan cara mereka berjalan.
Para peneliti juga meminta semua partisipan berjalan disebuah runway bersensor sepanjang 26 kaki atau sekitar 7-8 meter untuk mengetahui tekanan masing-masing kaki di lantai beserta gerakan sendi dan otot.
Peneliti menemukan para wanita yang terbiasa memakai sepatu high heels memiliki cara jalan yang berbeda, bahkan saat mereka berjalan tanpa alas kaki dan saat mereka beralih menggunakan flat shoes.
"Wanita yang terbiasa memakai high heels pada sebagian besar aktivitasnya, maka posisi kaki dan tumit pada saat memakai high heels akan menjadi standar baru bagi bagi sendi dan struktur dalam kaki," ungkap peneliti Neil J Cronin seperti dilansir melalui Topnews, Rabu (1/2).
Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Applied Physiology bulan ini juga menunjukkan wanita yang terbiasa memakai high heels dilaporkan mengambil langkah lebih pendek dalam berjalan atau berlari.
Setelah diteliti, otot kaki wanita yang terbiasa memakai high heels ternyata mengalami perubahan, menjadi lebih tipis dan tegang. Akibatnya, kemampuan untuk berjalan dan berlari dengan cepat pun menjadi berkurang.
Bahkan Dr Cronin juga menambahkan pemakai high heels lebih mungkin menderita kelelahan otot dan cedera regangan. Maka sebaiknya berilah waktu waktu pada kaki untuk beristirahat dari ketegangan yang diakibatkan saat memakai high heels.

Sumber :  Ghiboo.com

Wi-Fi Kurangi Kesuburan Pria?

Wi-Fi Kurangi Kesuburan Pria?

LONDON - Penelitian terbaru, meskipun dalam skala kecil menunjukkan bahwa penggunaan Wi-Fi dapat merusak sperma dan menurunkan kesuburan pria. Penyebabnya, menurut Reuters Health, disebabkan karena radiasi elektromagnetik yang dihasilkan oleh perangkat komunikasi nirkabel.
Dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Fertility and Sterility, peneliti mengambil sampel semen dari 29 sukarelawan sehat. Semen diletakkan di bawah laptop Wi-Fi-enabled dan terhubung ke internet. Setelah empat jam, 25 persen sperma tak lagi berenang. Sembilan persen dari semen yang diuji bahkan mengalami kerusakan DNA. Sementara itu, sampel semen yang diletakkan di dekat laptop yang dihidupkan tapi tak terhubung dengan internet menunjukkan kerusakan minimal. Begitu pula dengan sampel yang disimpan secara terpisah.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa penggunaan komputer laptop terhubung ke Internet dan diposisikan dekat organ reproduksi laki-laki dapat menurunkan kualitas sperma," demikian ditulis oleh para peneliti dalam jurnal tersebut. Namun, mereka masih belum yakin apakah temuan ini berlaku pada semua perangkat nirkabel, atau ada faktor lain yang berpengaruh.
Temuan ini cukup mencemaskan jutaan pria yang biasa menggunakan laptop di pangkuan mereka, atau menyimpan smartphone di saku. Menurut American Urological Association, hampir satu dari enam pasangan Amerika mengalami kesulitan hamil. Setengah dari kesulitan kehamilan itu disebabkan karena masalah pada kesuburan pria.
Untuk kesuburan yang optimal, seorang pria harus memiliki 70 juta sperma per milimeter. Faktor lingkungan merupakan salah satu yang cukup berpengaruh dalam  menurunkan jumlah sperma. Studi yang diterbitkan pada awal November menunjukkan bahwa panas yang dihasilkan karena memegang laptop selama 10-15 menit berbahaya untuk merusak sperma.
Beberapa ilmuwan mengatakan mereka tidak percaya menggunakan laptop akan membuat pria mandul. Tapi, dalam kasus ini mereka menyarankan agar menggunakan laptop di meja, tidak di pangkuan.

 Sumber : Republika.co.id

Jejaring Sosial Lebih Candu dari Rokok dan Alkohol

Ghiboo.com - Melawan keinginan untuk tidak memeriksa situs jejaring sosial agar lebih update ternyata lebih sulit daripada menolak minum minuman beralkohol dan merokok, demikian hasil penelitian terbaru.
Temuan ini didasari pada survei yang dilakukan oleh peneliti dari University of Chicago Booth School of Business di Amerika terhadap 250 orang. Peneliti memberi peserta sebuah software untuk memasukkan 8.000 laporan tentang keinginan sehari-hari para peserta.
Peneliti menemukan tidur dan seks adalah dua hal yang paling diinginkan setiap orang sepanjang hari. Namun, hasil penelitian yang akan dipublikasikan dalam Psychological Science Journal ini menunjukkan hampir sebagian besar partisipan mengungkapkan mengecek situs jejaring sosial merupakan hal yang paling sulit untuk ditolak.
Sebagai perbandingan, peneliti menemukan keinginan akan minuman alkohol dan rokok jauh lebih rendah dibandingkan mengecek Twitter dan Facebook. Padahal keduanya merupakan jenis kecanduan yang paling populer.
Penelitian yang dipimpin oleh Wilhelm Hofmann ini mengatakan tuntutan kehidupan modern membuat banyak orang sulit untuk mengontrol diri.
Semakin partisipan menahan diri untuk tidak memeriksa timeline atau menulis status update di jejaring sosial, maka akan semakin memperbesar keinginan mereka untuk mengaksesnya.
"Seiring berjalannya waktu, keinginan dan kontrol diri seseorang menjadi rendah, sehingga upaya untuk menahan godaan agar tidak membuka situs jejaring sosial lebih mungkin gagal," ungkap Hoffmann, seperti dilansir melalui Telegraph, Kamis (2/2).

Sumber : Ghiboo.com

Jejaring Sosial Mengubah Otak Manusia

TRIBUNNEWS.COM - Situs jejaring sosial ternyata berpotensi mengubah otak serta kehidupan sosial manusia. Ini terlihat dari hasil penelitian ilmuwan dari University College, London. Mereka menemukan adanya hubungan langsung antara jumlah teman di jejaring sosial dengan ukuran di beberapa bagian otak.
"Kami telah menemukan beberapa daerah otak yang tampaknya berhubungan dengan jumlah teman yang kita miliki baik di dunia nyata dan dunia maya" jelas salah satu peneliti Dr Ryota Kanai.
Menurut Kanai, salah satu wilayah yang terlibat adalah amigdala, yang berhubungan dengan memori dan tanggapan emosional.
Ini terlihat pula pada penelitian sebelumnya yang telah menunjukkan hubungan antara volume daerah abu-abu di amigdala dengan ukuran dan kompleksitas jaringan dunia nyata sosial seseorang.
Meskipun demikian peneliti masih mempertanyakan apakah perubahan pada otak ini murni karena faktor memakai jejaring sosial di Internet atau volume otak seseorang yang besar memiliki kemampuan interaksi sosial yang baik.
"Penelitian ini akan membantu kita memahami bagaimana interaksi kita dengan dunia melalui mediasi jejaring sosial. Kami juga bermaksud mengetahui efek internet terhadap otak secara langsung" tambah pemimpin penelitian Profesor Geraint Rees.


Sumber : http://www.tribunnews.com/

Hati-hati Percintaan Bubar Karena Teknologi

Selalu ada sisi positif dan negatif dari semua hal, termasuk teknologi. Jika tidak hati-hati, perkembangan teknologi yang harusnya memudahkan, justru bisa menganggu kisah cinta Anda.

Ada orang yang mendapatkan kekasih lewat Internet, tetapi ada juga yang dicampakkan pujaan hati lewat SMS. Kehadiran teknologi dalam dunia percintaan memang kini semakin maju. Bukan hanya sekadar alat penghubung tapi juga bisa berfungsi sebagai detektif sampai “satpam”. Nah, jika tidak hati-hati, kecanggihan teknologi yang baik malah bisa berbalik merugikan kehidupan cinta Anda. Waspadalah!

Sibuk sendiri
Ketak-ketik di BlackBerry atau telepon selular cerdas Anda hampir tak bisa berhenti bahkan sampai detik terakhir sebelum tidur. Sering kali Anda lebih fokus pada ponsel, ketimbang pasangan yang duduk manis di sebelah. Saat liburan, interaksi Anda berdua juga kerap kurang maksimal karena kehadiran gangguan yang masuk melalui gadget Anda.

Jangan biarkan gadget atau alat komunikasi lainnya mengurangi kualitas hubungan Anda dengan orang terdekat. Usahakan sebisa mungkin melupakan gadget Anda dan berbincang dengan kekasih, teman makan malam. Bagaimanapun sentuhan personal dan interaksi saat tatap muka penting untuk meningkatkan kualitas hubungan walau Anda sudah saling berkabar seharian lewat pesan singkat.

Prioritas pertama

Apa yang Anda lakukan ketika baru bangun tidur? Memeluk pasangan, mencium si buah hati, atau memeriksa pesan di ponsel Anda? Jawaban yang terakhir mungkin lebih banyak dipilih saat ini.

Sadarkah Anda bahwa saat ini si gadget andalan sudah berubah jadi prioritas ketimbang orang tersayang? Berapa kali Anda harus melepaskan genggaman saat menonton bioskop dengan kekasih karena harus memeriksa pesan? Kerap juga pembicaraan penting dengan pasangan terganggu karena ada tanda pesan masuk di ponsel.

Jangan membiarkan diri Anda “dijajah” gadget. Selalu tetapkan batasan kapan Anda bisa terus memeriksa pesan di ponsel dan kapan Anda bisa benar-benar fokus untuk berinteraksi dengan kekasih. Orang tersayang Anda pasti kecewa jika ia dinomorduakan, meski oleh benda elektronik.

Eksistensi
Semakin berkembang, Internet menjadi tempat untuk berbagai macam hal, termasuk tempat menunjukkan eksistensi. "Kok status Facebook kamu masih single, kan kita sudah jadian?"

"Pasang foto sama aku dong di avatar Twitter?"

Nah, hal kecil seperti ini sering jadi pemicu konflik. Kata sayang atau komitmen kini tak cukup lagi hanya ditunjukkan secara tatap muka langsung. Status di Internet pun penting untuk mengukuhkan sebuah hubungan. Jika kekasih keberatan, maka potensi konflik bisa terjadi.

Dianggap masih ingin cari pacar, tidak mau menunjukkan sudah punya istri, atau bahkan dituduh tidak sayang jika tidak mau memajang eksistensi orang tersayang di situs jejaring sosial! Padahal setiap orang punya alasan dan preferensinya masing-masing.

Bisa saja sang kekasih menolak mengungkap terlalu banyak kisah pribadi atau kehidupan cintanya di jejaring sosial karena lebih banyak menggunakannya untuk urusan pekerjaan. Bicarakan hal ini baik-baik dan jangan jadikan sebagai tuntutan.

Jika ia memang siap membuka kehidupan pribadinya ke publik, tanpa diminta pun ia akan senang hati memasang status in a relationship atau married di profil jejaring sosialnya.

Mata-mata

Penguntit atau stalker era masa kini memang berbeda dengan jaman Alfred Hitchcock. Sekarang, tak lagi perlu keluar rumah untuk mengetahui apa yang sedang dikerjakan kekasih, di mana ia berada, hingga dengan siapa ia pergi. Cukup intip-intip status jejaring sosialnya atau bahkan lengkapi ponselnya dengan aplikasi berbasis GPS sehingga mudah melacak keberadaannya.

Ini juga menjadi potensi konflik karena tak sedikit pasangan yang cemburu buta. Kekasih dan mantannya sama-sama 'check-in' foursquare di mal tertentu dan bukan berarti mereka sedang bersama. Bisa saja kebetulan.

Atau kasus lain, jika pasangan Anda terlalu sering mention seseorang di Twitter, maka Anda secara otomatis membuka profil orang tersebut: Siapa dia dan apa hubungannya dengan kekasih Anda.

Apakah dalam konfrontasi Anda lebih percaya Internet ketimbang ucapan pasangan? Apalagi jika pasangan saling tahu password. Secara berkala pasti akan ada aktivitas saling memeriksa inbox atau aktivitas dan pertemanannya di situs tersebut secara diam-diam.

Huft! Melelahkan sekali ya jadi kekasih zaman sekarang. Mungkin banyak yang sudah lupa pada yang namanya kepercayaan dalam suatu hubungan. Karena itu jangan lupakan komunikasi tatap muka langsung agar hubungan tetap kuat tanpa perlu sibuk menjadi penguntit di dunia maya.

Tuntutan baru
Sudah dibaca (“R”) kenapa belum dibalas? Kenapa dia nggak mau memberi tahu password Facebook? Tak sedikit juga pasangan yang meminta kekasihnya mengirim bukti foto tempat ia berada karena tidak percaya pada ucapan kekasih. Banyak tuntutan baru muncul dengan adanya perkembangan teknologi. Tuntutan ini seringkali menjadi sumber konflik jika pasangan belum memiliki dasar hubungan yang kuat.

Mudah menilai
"Pacar baru kamu narsisistik ya, lihat saja Facebooknya."

"Kayaknya teman baru kamu orangnya aneh deh kalau aku lihat Twitternya."

Ketika bertemu atau mendengar nama orang baru, tak jarang yang dilakukan adalah mencari akun jejaring sosialnya atau menelusuri namanya di mesin pencari. Hasil pencarian akun jejaring sosialnya pun bermacam-macam. Ada yang positif, ada yang negatif. Tapi sering hasil pencarian itu dijadikan bahan untuk menilai orang tersebut. Bisa jadi Anda membatalkan kencan hanya karena melihat “keanehan” pada akun jejaring sosialnya.

Seperti halnya jangan menilai buku hanya dari sampulnya, jangan pula menilai seseorang hanya dari akun jejaring sosialnya. Memang akun jejaring sosialnya bisa memberikan gambaran tentang orang tersebut, tapi tak ada salahnya bertemu langsung dan siapa tahu ia tak seperti yang Anda duga.

Selingkuh
Ini yang paling berpotensi menimbulkan konflik. Beberapa studi mengatakan aktivitas yang tinggi pada situs jejaring sosial bisa membuka potensi selingkuh. Kemudahan untuk menggoda dan berhubungan dengan teman lama bisa membuka pintu baru untuk main api. Sekadar berteman atau sudah masuk ke kategori selingkuh? Batasan flirting pun kini semakin abu-abu dengan adanya fitur-fitur di jejaring sosial.

Jangan biarkan hal ini terjadi pada hubungan Anda. Kuncinya, tetap pertahankan kualitas komunikasi dan kepercayaan dalam hubungan. Kuatkan hubungan Anda lewat interaksi secara langsung dan tetap saling berkabar lewat gadget andalan.

Jangan biarkan Internet dan gadget merusak hubungan cinta Anda yang begitu berharga.


Sumber : Yahoo!NEWS

Rabu, 01 Februari 2012

Ungkapan hati

Hari-hari ku lalui tanpa kekasihku
mengapa ini harus terjadi padaku
mungkinkah ini karmaku
karena dulu ku ingin lupakanmu

                                 rasa rindu dalam hatiku
                                 dimanakah cintamu kini
                                 ku ingin bertemu wahai kekasihku
                                 ku menunggu dirimu disini

aku ingin menangis
bukan karena aku cengeng
Tetapi aku hanya ingin meluapkan rasa sakit ku
agar ia mengalir bersama air mata ku lalu kering karena hembusan angin.