IMPIAN YANG HILANG
Pada suatu hari ada anak yang terlahir di dunia ini anggap saja namanya Awan, dia lahir pada Tahun 1992an saat ini usianya kurang lebih 20 Tahun, sejak dia lahir dia sudah tidak pernah mengenal orang tuanya, pada usia 2bulan anak itu di tinggal oleh orang tuanya kuliah dan anak itu sejak usia 2 bulan sampai usia 5 Tahun hidup bersama dengan kakek dan neneknya sungguh malang memang nasib anak itu. Meskipun pada saat usianya beranjak di 6 Tahun orang tuanya baru mengasuh anak itu dan pada saat itu sudah waktunya anak itu masuk ke dunia pendidikan yaitu di Taman Kanak-kanak (TK) dan yang namanya anak yang tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah dan ibu anak itu mulai membangkang dan tidak mau sekolah dengan alasan sudah bisa dan tidak mau kalau hanya seperti itu yang di ajarkan, dan pada akhirnya kakeknya mengurus surat ke kantor kepala desa meminta surat keterangan bahwa anak itu telah lulus TK dan ternyata disetujui oleh kepala desa akhirnya anak itu bisa langsung masuk ke sekolah dasar (SD) tanpa harus mengikuti pendidikan di TK terlebih dahulu.
Suatu ketika anak itu jatuh sakit hingga opname di RS selama 1 minggu kata dokter anak itu terkena Tifus, dan pada saat itu ibunya menyadari dan ingin menjaga anak itu tetapi anak itu tidak mau. Anak itu lebih memilih di jagain oleh kakek dan neneknya, mungkin karena sejak kecil sudah hidup dengan kakek dan neneknya sampai neneknya di panggil ibu oleh anak itu, dan anak itu lebih menderita lagi pada usianya yang masih sangat dini dan belum mengerti apa - apa malah orang tuanya bercerai dan anak itu mulai tidak terurus lagi hingga anak itu naik ke kelas 2 SD dan dari kelas 2 sampai kelas 4 SD anak itu tidak terurus hingga berubah menjadi anak yang liar. dan saat anak itu naik ke kelas 5 SD anak itu baru di urus oleh ibunya dan di pindah sekolah ke sekolah unggulan karena sebenarnya sejak kecil anak itu selalu berprestasi di sekolahnya yang lama dan pada saat di pindah anak itu mengulang di kelas 4 SD karena yang anak kelas 5 perempuan semua dan anak itu bersedia mengulang 1 tahun di kelas 4 SD. dan pada saat itu Prestasinya semakin menggila tidak tanggung- tanggung prestasi olah raga yang di raih anak itu hingga tingkat Provinsi. Prestasi itu di bidang sepak bola, Tidak mustahil memang anak itu sejak kecil selalu di temani dengan bola kemanapun anak itu pergi bola itu tidak pernah lepas dari dia karena sahabatnya, tempat curhatnya hanya dengan bola itu sangat aneh memang tetapi tidak untuk anak itu.
Dan pada suatu ketika anak itu bermain bola di sebuah Liga dan ikut tim yang sudah terkenal dia lebih semangat lagi karena ini pengalaman pertamanya ikut tim senior yang berlaga di sebuah liga sepak bola Se Karesidenan SOLO dan pada saat itu awan menunjukkan prestasi yang luar biasa di posisinya sebagai penjaga gawang dia selama kompetisi hanya kebobol 2 goal itupun pada saat final meskipun timnya kalah dengan sekor 2-1 namun awan telah menunjukkan prestasi yang luar biasa padahal waktu itu dia baru kelas 6 SD sudah masuk di tim inti. Dan pada saat SMP kelas 7 petaka menimpa awan pada saat latihan karena tidak kuat menghentikan tendangan yang kuat dari lawan akhirnya tangan kiri awan patah dan di bawa ke salah satu RSI di solo untuk menangani tangan awan yang patah dan selama 7 bulan awan berhenti bermain bola dan tim yang di tinggal selalu berusaha untuk mempercepat kesembuhan awan hingga awan operasi pun management tim lah yang membiayai operasi awan hingga awan sembuh dan akhirnya awan sembuh dan sudah aktif di sepak bola lagi namun permainan awan menurun mungkin karena trauma namun posisi awan tetap tidak ada yang bisa menggantikan posisinya waktu itu malah orang tua awan yang mulai peduli dengan awan akhirnya pada pertengahan kelas 8 awan di pindah sekolah yang lebih dekat dengan orang tuanya.
Terbukti dimanapun awan berada bola yang dulu juga dibawanya dan di tempat barupun awan juga tetap bermain bola dan dia coba mengikuti latihan sebuah tim yang namanya PSB waktu itu meskipun tidak sampai ikut kompetisi namun awan sudah berprestasi yang bagus dan permainannya semakin membaik dan tim lama yang di tinggal awan meminta awan untuk kembali dan awan pun mengikutinya akhirnya awan kembali mengikuti tim lamanya di kompetisi yang dulu pernah di ikuti, nah di sini petaka baru mulai muncul pada waktu itu kompetisi sudah masuk semi final dan pada pertandingan itu hasilnya seri dan di akhiri dengan drama adu penalty dan pada saat awan menepis tendangan pertama dari lawan tangan kiri awan kambuh namun dia tetap memaksakan diri untuk menyelesaikan penalty itu dan akhirnya tim itu menang karena selisih satu goal yang di tepis awan pada tendangan pertama. dan setelah itu ternyata awan tidak bisa mengikuti pertandingan final karena merasa tangannya belum kuat dan pada akhirnya tim itu kalah lagi di final dengan kekalahan yang sangat telak dengan sekor 7-1 dan akhirnya tim itu kembali menjadi Runer-up. Dan setelah itu lama tidak ada kompetisi lagi dan awanpun sudah lulus dari smp.
Setelah awan lulus kemudian dia melanjutkan kejenjang SMK dan di SMK awan juga masih tetap tidak bisa pisah dengan yang namanya bola, namun sekarang situasinya sudah beda karena tangan awan sering kambuh akhirnya awan mencoba pindah posisi dari penjaga gawang menjadi penyerang namun karena karakter asli dari awan adalah penjaga gawang permainannya sebagai penyerang juga tidak maksimal dan hingga akhirnya awan berhenti dari dunia sepak bola dan kini dia memilih ke dunia IT, namun meskipun dia sudah berhenti bermain bola tetapi bola tetap menjadi sahabat dan inspirasi untuk hidupnya hingga kini.
By Faisal Kurniawan Syahril Mubarok.
PESAN DARI CERITA DIATAS ADALAH :
- Jika punya anak jangan pernah di sia-siakan. Karena anak itu titipan dari Allah.
- Semangat dan tekat yang kuat akan membuat hal yang tidak mungkin terjadi bisa terjadi. Karena yang mustahil bagi manusia itu tidak mustahil bagi Allah.
- Impian tinggal impian tetapi Allah lah yang menentukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar